Cara Mengembalikan File Yang Ter-Delete Atau Terhapus Komputer
Pengguna komputer seringkali tidak sengaja menghapus file-file yang mereka simpan karena serangan virus atau bug lalu bingung memulihkan file-file itu.
"Tak perlu panik. Ada kemungkinan file-file Anda masih utuh, di suatu tempat di cakram (data). Dan jika Anda bertindak cepat maka Anda mungkin dapat memulihkan semuanya," sebut Mike Williams dari TechRadar.
Berikut 10 aplikasi pemulih file-file yang telah terhapus di hard-disk:
1. Recuva Free. Aplikasi ini tersedia dalam versi portable. Aplikasi itu akan bertanya jenis file apa yang dicari dan di mana harus dicari sebelum memindai sistem komputer secara menyeluruh.
2. Undelete 360. Aplikasi gratis ini tidak mempunyai sejumlah fitur bermanfaat seperti penyaring file, penampil file, dan lainnya. Tapi, Undelete 360 tidak membatasi jumlah file yang dapat dipulihkan.
ANAK KITA ATAU SEKOLAHNYA YANG BERMASALAH ?
Keluarga Indonesia yg berbahagia,
Ternyata anak-anak kita itu dirancang dengan kekuatan dan kecepatan berpikir yg sangat tingkat tinggi, jika dibandingkan dengan Prossesor (otaknya) Komputer mungkin setara dengan Pentium Core I3 atau I5 (Kecepatan tertinggi note book saat ini) atau bahkan lebih hebat lagi.
Namun sayangnya kekuatan dan kecepatan para orang tua dan guru sering kali berada jauh di bawah itu semisal komputer ada di kecepatan Pentium 3 atau mungkin malah dibawahnya lagi (kecepatan komputer 10-20 tahun yang silam).
Di dunia komputer kecepatan prossesornya (otak komputer) selalu di tambah (di up grade) hampir setiap tahunnya. Sementara kecepatan otak orang tua dan guru sangat jarang sekali mendapatkan up grade (penambahan melalui pelatihan, seminar, parenting dsb)
Ternyata anak-anak kita itu dirancang dengan kekuatan dan kecepatan berpikir yg sangat tingkat tinggi, jika dibandingkan dengan Prossesor (otaknya) Komputer mungkin setara dengan Pentium Core I3 atau I5 (Kecepatan tertinggi note book saat ini) atau bahkan lebih hebat lagi.
Namun sayangnya kekuatan dan kecepatan para orang tua dan guru sering kali berada jauh di bawah itu semisal komputer ada di kecepatan Pentium 3 atau mungkin malah dibawahnya lagi (kecepatan komputer 10-20 tahun yang silam).
Di dunia komputer kecepatan prossesornya (otak komputer) selalu di tambah (di up grade) hampir setiap tahunnya. Sementara kecepatan otak orang tua dan guru sangat jarang sekali mendapatkan up grade (penambahan melalui pelatihan, seminar, parenting dsb)
Mengenal Anak ADHD
Sejak TK beliau di"strap". Ketika TK, beliau di"strap" karena tidak membawa piring ketika acara makan kacang hijau, ketika SD beliau di"strap" lagi karena bermain benteng di kelas dan itu berkali-kali. Ketika di SMP beliau di"strap" lagi karena membagi petasan banting dan bermain di kelas. Ketika SMA bahkan menjadi pelopor tawuran, bahkan setamat SMA karena nakal minta ampun, pernah disalib oleh orang tuanya di tiang jemuran dari pagi sampai pagi lagi.
Bang Lendo berkata, "Saya tidak pernah meminta kepada Tuhan, bahwa saya nakal seperti itu, tidak ada orang yang berharap dan bermimpi menjadi nakal"
Ketika kuliah bahkan dipenjara oleh Suharto selama tujuh bulan. Ketika dipenjara beliau merenung, "kenapa harus saya yang nakal, sejak kecil distrap, padahal tidak pernah bermimpi menjadi nakal"
Anda mau tahu mengapa bang Lendo ketika itu dianggap "nakal" luar biasa? Ternyata belau adalah ADHD. Saat itu belum ada alat ukur yang cukup untuk mendeteksi ADHD.
Bang Lendo berkata, "Saya tidak pernah meminta kepada Tuhan, bahwa saya nakal seperti itu, tidak ada orang yang berharap dan bermimpi menjadi nakal"
Ketika kuliah bahkan dipenjara oleh Suharto selama tujuh bulan. Ketika dipenjara beliau merenung, "kenapa harus saya yang nakal, sejak kecil distrap, padahal tidak pernah bermimpi menjadi nakal"
Anda mau tahu mengapa bang Lendo ketika itu dianggap "nakal" luar biasa? Ternyata belau adalah ADHD. Saat itu belum ada alat ukur yang cukup untuk mendeteksi ADHD.
Dalam sebuah milist bahkan ternyata banyak pula Guru dan Pendidik yang tidak memahami gejala ADHD apalagi cara menanganinya.
Berikut adalah sekedar tulisan pengantar diskusi, untuk berbagi pengalaman bila teman-teman menemukan kasus ADHD dan sebagainya.
Berikut adalah sekedar tulisan pengantar diskusi, untuk berbagi pengalaman bila teman-teman menemukan kasus ADHD dan sebagainya.
Mendidik 1.3 Milyar Manusia
Oleh : Ratna Megawangi
MINGGU lalu penulis sempat mengunjungi Lapangan Tiananmen di Beijing. Tempat tersebut memang amat terkenal, karena sempat menjadi perhatian di seluruh dunia ketika terjadi protes mahasiswa terbesar di Republik Rakyat Cina pada Juni 1989. Katanya tempat tersebut selalu ramai, bahkan kalau hari-hari libur sulit bagi kita untuk melihat lantainya karena begitu banyaknya manusia.
Banyak sekali objek menarik yang dapat kita kunjungi di sana, misalnya Mausoleum Mao Tse Tung yang jasadnya masih terlihat segar terbujur, monumen bersejarah, People's House, museum, dan Forbidden City (istana yang dibangun lebih 500 tahun yang lalu).
Namun, ada satu hal yang membuat penulis kagum, yaitu dengan puluhan ribu orang yang berlalu-lalang di tempat yang begitu luas, tidak ada satu pun sampah yang bergeletak di sana. Di seluruh tempat keramaian yang penulis kunjungi di Beijing, tidak sekali pun dapat menemukan sampah tergeletak di jalan. Padahal, manusianya begitu banyak, dan masih banyak penduduk yang miskin.
MINGGU lalu penulis sempat mengunjungi Lapangan Tiananmen di Beijing. Tempat tersebut memang amat terkenal, karena sempat menjadi perhatian di seluruh dunia ketika terjadi protes mahasiswa terbesar di Republik Rakyat Cina pada Juni 1989. Katanya tempat tersebut selalu ramai, bahkan kalau hari-hari libur sulit bagi kita untuk melihat lantainya karena begitu banyaknya manusia.
Banyak sekali objek menarik yang dapat kita kunjungi di sana, misalnya Mausoleum Mao Tse Tung yang jasadnya masih terlihat segar terbujur, monumen bersejarah, People's House, museum, dan Forbidden City (istana yang dibangun lebih 500 tahun yang lalu).
Namun, ada satu hal yang membuat penulis kagum, yaitu dengan puluhan ribu orang yang berlalu-lalang di tempat yang begitu luas, tidak ada satu pun sampah yang bergeletak di sana. Di seluruh tempat keramaian yang penulis kunjungi di Beijing, tidak sekali pun dapat menemukan sampah tergeletak di jalan. Padahal, manusianya begitu banyak, dan masih banyak penduduk yang miskin.
Membangun Karakter via Pengembangan Bakat
Belum lama ini, saya mendapat kesempatan mengunjungi sebuah sekolah sepakbola di Solo. Sekolah itu oleh sang pendirinya tidak mau disebut sekolah, mereka lebih suka menyebutnya pendidikan. Pendidikan Sepakbola ini didirikan oleh sepasang suami istri yang sudah berusia senja, 14 tahun yang lalu. Mereka adalah pasangan yg mencintai pendidikan dan anak-anak tetapi anehnys mereka sekeluarga sama sekali tidak menyukai olahraga sepak bola walau mereka lulusan STO (sekolah tinggi olahraga).
Awalnya mereka prihatin menyaksikan betapa negeri ini sudah kehilangan nilai dan akhlak mulia. Banyak orang curang, korup, serakah, tidak jujur, suka curang, menjegal dan tawuran. Nilai-nilai dipahami sekedar hafalan dan slogan-slogan kosong.
Di sisi lain, mereka juga melihat karakter kinerja bangsa ini melemah, menjadi pemalas, mudah menyerah, tergesa-gesa, lamban mengambil keputusan, kurang visioner, stamina kendur, gagal menyelesaikan dengan sempurna dsbnya. Mereka melihat semua potret keburukan akhlak di negeri ini terangkum dalam panggung olahraga bernama sepakbola.
Awalnya mereka prihatin menyaksikan betapa negeri ini sudah kehilangan nilai dan akhlak mulia. Banyak orang curang, korup, serakah, tidak jujur, suka curang, menjegal dan tawuran. Nilai-nilai dipahami sekedar hafalan dan slogan-slogan kosong.
Di sisi lain, mereka juga melihat karakter kinerja bangsa ini melemah, menjadi pemalas, mudah menyerah, tergesa-gesa, lamban mengambil keputusan, kurang visioner, stamina kendur, gagal menyelesaikan dengan sempurna dsbnya. Mereka melihat semua potret keburukan akhlak di negeri ini terangkum dalam panggung olahraga bernama sepakbola.
Memaknai Kesuksesan Pendidikan
Mungkin kita agak bosan karena seringnya membaca autobiografi banyak tokoh yang dengan bangga menceritakan betapa susahnya masa kecil mereka di desa, lalu dengan perjuangan yang keras dan gigih akhirnya sukses di kota lalu menjadi tokoh dengan sederet atribut gelar. Ukuran suksesnya biasanya menjadi pejabat, konglomerat atau anggota dewan terhormat.
Kesuksesan dimaknakan sebagai keunggulan yang harus ada di pusat-pusat kekuasaan baik level nasional maupun internasional baik manusia maupun produk. istilah-itilah terkait kesuksesan sosial seperti istilah Pemimpin, selalu diidentikan dengan pemimpin dalam arti kekuasaan.
Novel-novel yang laris manis sukses di pasaran, tak terkecuali Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta dan yang baru-baru ini jadi pembicaraan, Lima Menara, adalah sebagian saja cerita anak-anak miskin yang berjuang lalu eksodus dan sukses di Kota Negara atau Kota Dunia. Yang ini malah ukuran suksesnya adalah "Belajar ke Luar Negeri" atau "sukses hidup" di negeri orang. Potret orang sukses adalah potret mereka yang ada di pusat kekuasaan.
Kesuksesan dimaknakan sebagai keunggulan yang harus ada di pusat-pusat kekuasaan baik level nasional maupun internasional baik manusia maupun produk. istilah-itilah terkait kesuksesan sosial seperti istilah Pemimpin, selalu diidentikan dengan pemimpin dalam arti kekuasaan.
Novel-novel yang laris manis sukses di pasaran, tak terkecuali Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta dan yang baru-baru ini jadi pembicaraan, Lima Menara, adalah sebagian saja cerita anak-anak miskin yang berjuang lalu eksodus dan sukses di Kota Negara atau Kota Dunia. Yang ini malah ukuran suksesnya adalah "Belajar ke Luar Negeri" atau "sukses hidup" di negeri orang. Potret orang sukses adalah potret mereka yang ada di pusat kekuasaan.
Ibu untuk Anak Kita
Kunci untuk melahirkan anak-anak yang tajam pikirannya, jernih hatinya dan kuat jiwanya adalah mencintai ibunya sepenuh hati. Kita berikan hati kita dan waktu kita untuk menyemai cinta di hatinya, sehingga menguatkan semangatnya mendidik anak-anak yang dilahirkannya dengan pendidikan yang terbaik. Keinginan besar saja kadang tak cukup untuk membuat seorang ibu senantiasa memberikan senyumnya kepada anak. Perlu penopang berupa cinta yang tulus dari suaminya agar keinginan besar yang mulia itu tetap kokoh.
Uang yang berlimpah saja tidak cukup. Saat kita serba kekurangan, uang memang bisa memberi kebahagiaan yang sangat besar. Lebih-lebih ketika perut dililit rasa lapar, sementara tangis anak-anak yang menginginkan mainan tak bisa kita redakan karena tak ada uang. Tetapi ketika Allah telah memberi kita kecukupan rezeki, permata yang terbaik pun tidak cukup untuk menunjukkan cinta kita kepada istri. Ada yang lebih berharga daripada ruby atau berlian yang paling jernih. Ada yang lebih membahagiakan daripada sutera yang paling halus atau jam tangan paling elegan.
Uang yang berlimpah saja tidak cukup. Saat kita serba kekurangan, uang memang bisa memberi kebahagiaan yang sangat besar. Lebih-lebih ketika perut dililit rasa lapar, sementara tangis anak-anak yang menginginkan mainan tak bisa kita redakan karena tak ada uang. Tetapi ketika Allah telah memberi kita kecukupan rezeki, permata yang terbaik pun tidak cukup untuk menunjukkan cinta kita kepada istri. Ada yang lebih berharga daripada ruby atau berlian yang paling jernih. Ada yang lebih membahagiakan daripada sutera yang paling halus atau jam tangan paling elegan.
Guru-Guru Langit
Tiada yang berubah dari kondisi peradaban baik ketika di atas maupun di bawah, kecuali manusia yang merubahnya. Peradaban dan manusia senantisa membutuhkan guru-guru yang memberi narasi-narasi kebangkitan ketika berada pada kegelapan peradaban, dan memberi narasi-narasi keberlangsungan ketika berada pada puncak peradaban.
Peradaban dan Manusia memerlukan Guru sekelas Nabi yang menjadi agen perubah. Manusia memerlukan Guru Manusia, Bumi memerlukan Guru Bumi, Waktu dan Zaman memerlukan Guru Kehidupan.
BUDAYA MENGHAKIMI DAN MENGHUKUM PARA PENDIDIK DI INDONESIA
Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)
LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus
sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.
.
..Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.
Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.
BEDAH KRITIS KURIKULUM 2013 – PART IV
Salah satu alasan kurikulum 2006 harus “disempurnakan” adalah : Standard proses pembelajaran dan dokumen pembelajaran kurang rinci, sehingga dapat menimbulkan multi tafsir.
(ada 8 latar belakang yang dikemukakan tentang “penyempurnaan” kurikulum 2006)
Komentar :
Alangkah indahnya jika sekolah dan guru diijinkan untuk menafsirkan kurikulum, agar ada ruang interpretasi dan penyesuaian terhadap situasi dan kebutuhan pendidikan yang beragam.
Ya, agar pendidikan tak menjadi ruang sempit dan pengap, dimana guru dan sekolah hanya diminta untuk menjadi operator pembelajaran yang mekanistik.
Kitab sucipun memiliki ruang sangat luas untuk ditafsirkan. Itulah yang menyebabkan kitab suci selalu mampu beradaptasi dengan ruang, waktu, situasi, kondisi dan peristiwa. Itulah yang menyebabkan kitab suci tak perlu mengalami revisi dan “penyempurnaan” sampai hari kiamat.
Yang jelas, ini menunjukkan dengan sangat fatal bahwa sedang terjadi “gerakan regulasi pendidikan” yang bertentangan dengan semangat deregulasi yang dicanangkan oleh UU Sisdiknas No. 20/2003
Oh ya, jika kurikulum baru ini dimaksudkan sebagai penyempurnaan terhadap Kurikulum 2006 (KTSP), kenapa dinamakan Kurikulum 2013 ya ??? Kenapa tidak dinamakan Kurikulum 2006-R (Revised) ya ???
Bukankah Kurikulum 1997 disebut sebagai Kurikulum 1994-R ???
(ada 8 latar belakang yang dikemukakan tentang “penyempurnaan” kurikulum 2006)
Komentar :
Alangkah indahnya jika sekolah dan guru diijinkan untuk menafsirkan kurikulum, agar ada ruang interpretasi dan penyesuaian terhadap situasi dan kebutuhan pendidikan yang beragam.
Ya, agar pendidikan tak menjadi ruang sempit dan pengap, dimana guru dan sekolah hanya diminta untuk menjadi operator pembelajaran yang mekanistik.
Kitab sucipun memiliki ruang sangat luas untuk ditafsirkan. Itulah yang menyebabkan kitab suci selalu mampu beradaptasi dengan ruang, waktu, situasi, kondisi dan peristiwa. Itulah yang menyebabkan kitab suci tak perlu mengalami revisi dan “penyempurnaan” sampai hari kiamat.
Yang jelas, ini menunjukkan dengan sangat fatal bahwa sedang terjadi “gerakan regulasi pendidikan” yang bertentangan dengan semangat deregulasi yang dicanangkan oleh UU Sisdiknas No. 20/2003
Oh ya, jika kurikulum baru ini dimaksudkan sebagai penyempurnaan terhadap Kurikulum 2006 (KTSP), kenapa dinamakan Kurikulum 2013 ya ??? Kenapa tidak dinamakan Kurikulum 2006-R (Revised) ya ???
Bukankah Kurikulum 1997 disebut sebagai Kurikulum 1994-R ???
BEDAH KRITIS KURIKULUM 2013 – PART III
Tim penyusun draft Kurikulum 2013 berkata : “Seharusnya kompetensilah yang menentukan mata pelajaran, bukan mata pelajaran yang menentukan kompetensi”
Komentar :
TEPAT SEKALI !!!
Tapi, kenapa pemerintah malah mengatur dan menetapkan mata pelajaran ???
Kenapa pemerintah tak menetapkan Target Kompetensi Nasional saja, dan biarkan sekolah menentukan mata pelajaran yang cocok ???
Lalu kenapa pemerintah masih ngotot memaksakan Ujian Nasional sebagai evaluasi berbasis mata pelajaran, bukan evaluasi berbasis kompetensi ???
Dan seharusnya pemerintah juga sadar bahwa kompetensilah yang mengatur metode, bukan metodelah yang mengatur kompetensi. Sehingga, seharusnya pemerintah tak perlu mengatur dan menstandardisasi metode pembelajaran
Dan seharusnya pemerintah juga sadar bahwa kompetensilah yang mengatur jumlah jam pembelajaran, bukan jumlah jam pembelajaran yang mengatur kompetensi. Sehingga, seharusnya pemerintah tak perlu mengatur dan menstandardisasi jumlah jam pembelajaran
Komentar :
TEPAT SEKALI !!!
Tapi, kenapa pemerintah malah mengatur dan menetapkan mata pelajaran ???
Kenapa pemerintah tak menetapkan Target Kompetensi Nasional saja, dan biarkan sekolah menentukan mata pelajaran yang cocok ???
Lalu kenapa pemerintah masih ngotot memaksakan Ujian Nasional sebagai evaluasi berbasis mata pelajaran, bukan evaluasi berbasis kompetensi ???
Dan seharusnya pemerintah juga sadar bahwa kompetensilah yang mengatur metode, bukan metodelah yang mengatur kompetensi. Sehingga, seharusnya pemerintah tak perlu mengatur dan menstandardisasi metode pembelajaran
Dan seharusnya pemerintah juga sadar bahwa kompetensilah yang mengatur jumlah jam pembelajaran, bukan jumlah jam pembelajaran yang mengatur kompetensi. Sehingga, seharusnya pemerintah tak perlu mengatur dan menstandardisasi jumlah jam pembelajaran
BEDAH KRITIS KURIKULUM 2013 – PART II
Mendikbud berkata : “Kurikulum 2013 memang harus ditekankan kepada pendidikan karakter, untuk meyiapkan manusia Indonesia 15 sd 20 tahun ke depan yang menuntut manusia yang berkarakter kuat”.
Komentar :
Sangat Setuju !!!
Masalahnya : Apakah karakter tersebut perlu diseragamkan ? Apakah karakter itu hasil bentukan sekolah, atau hasil didikan di rumah ?
Bukankah karakter yang perlu ditekankan di kawasan rawan bencana adalah ketangguhan dan daya pulih ?
Bukankah karakter yang perlu ditekankan di kawasan rawan konflik adalah toleransi dan harmoni ?
Bukankah karakter yang perlu ditekankan di kawasan kaya adalah empati dan kedermawaan ?
Bukankah karakter yang perlu ditekankan di kawasan miskin adalah hasrat untuk berubah dan daya juang ?
Lalu, kenapa harus diseragamkan ?
Yang akan dibentuk oleh kurikulum 2013 apakah personality character atau vocational character ?
Jika personality character, bukankah rumah dan masyarakat adalah pendidik terbaik ? Tapi, kenapa jam sekolah justru ditambah, sehingga interaksi siswa dengan orangtua dan lingkungan semakin berkurang ?
Ketahuilah, karakter manusia modern melemah sejak ADANYA SEKOLAH REGULER pada awal abad 20, karena fitrahnya sekolah adalah mengajar, bukan mendidik !!!
BEDAH KRITIS KURIKULUM 2013 – PART I
Kata Mendikbud : “Ini bukan ganti menteri ganti kurikulum. Tapi ini sekadar melaksanakan amanat undang-undang dalam rangka penyempurnaan kurikulum”
Komentar :
Mendikbud yang akan datang pun akan membuat kurikulum baru dengan dalih,”Ini bukan ganti kurikulum. Tapi sekadar melaksanakan amanat undang-undang dalam rangka penyempurnaan kurikulum”. Jadi, siap-siaplah menghadapi perubahan kurikulum siklus lima tahunan atas alasan yang sama !!!
Apakah Pak menteri tak bisa membedakan antara penyempurnaan kurikulum dengan perombakan ?
Penyempurnaan adalah apabila sebuah perubahan tak mengganggu core : visi, misi, filosofi, prinsip dan sistem nilai, dan perubahan telah membuat core itu menjadi semakin berdaya.
Perombakan adalah apabila sebuah perubahan telah mengasilkan “DNA” kurikulum yang baru, ketika perubahan dilakukan dengan merombak sendi-sendi yang lama.
Bukankah dengan draft kurikulum baru hak-hak sebuah satuan pendidikan malah berkurang, sesuatu yang justru ingin ditambahkan oleh KTSP (walaupun dengan cara tak jelas) ?
Pada KTSP, pemerintah tak mengatur mata pelajaran dan metode, hanya mengatur SKL, SK dan KD. Sedangkan pada Kurikulum 2013, pemerintah mengatur jumlah dan jenis mata pelajaran, serta mengatur metode dan jam belajar.
Komentar :
Mendikbud yang akan datang pun akan membuat kurikulum baru dengan dalih,”Ini bukan ganti kurikulum. Tapi sekadar melaksanakan amanat undang-undang dalam rangka penyempurnaan kurikulum”. Jadi, siap-siaplah menghadapi perubahan kurikulum siklus lima tahunan atas alasan yang sama !!!
Apakah Pak menteri tak bisa membedakan antara penyempurnaan kurikulum dengan perombakan ?
Penyempurnaan adalah apabila sebuah perubahan tak mengganggu core : visi, misi, filosofi, prinsip dan sistem nilai, dan perubahan telah membuat core itu menjadi semakin berdaya.
Perombakan adalah apabila sebuah perubahan telah mengasilkan “DNA” kurikulum yang baru, ketika perubahan dilakukan dengan merombak sendi-sendi yang lama.
Bukankah dengan draft kurikulum baru hak-hak sebuah satuan pendidikan malah berkurang, sesuatu yang justru ingin ditambahkan oleh KTSP (walaupun dengan cara tak jelas) ?
Pada KTSP, pemerintah tak mengatur mata pelajaran dan metode, hanya mengatur SKL, SK dan KD. Sedangkan pada Kurikulum 2013, pemerintah mengatur jumlah dan jenis mata pelajaran, serta mengatur metode dan jam belajar.
bersambung...
Hujan Teraneh: Hujan Laba-Laba, Ikan, Sapi, Ubur-Ubur Katak, darah, ular
Dalam Al-qur’an, alkisah jaman dahulu kala Fir’aun jika diberi kebaikan dan kemakmuran dari Tuhan, mereka berkata, “Inilah usaha kami.” Manusia zaman sekarang juga ada yang seperti ini, ketika sukses mereka berkata, “Ya, karena usaha saya, saya ini berhasil.” Jika ditimpa kesusahan, kaum Firaun melemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. (QS. 7: 131)
Seolah menantang dan keras kepala, pengikut Firaun berkata, “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.” (QS. 7: 132). Firaun dan pengikutnya yang masih ada hingga sekarang ini meledek bahwa bukti kekuasaan Tuhan yang disampaikan melalui Musa (Moses) dan Harun (Aaron) as. itu sebagai sihir. “Maka Kami kirimkan kepada mereka topan (thûfân), belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” Q7. Al A'raaf 133
Hujan, umumnya hujan yang seringkali terjadi adalah hujan air dan hujan salju. Tergantung di wilayah mana Anda berada.
Hasil Penelitian Terbaru Terungkap Kerja Otak Lebih Aktif Saat Seseorang Berdoa Atau Shalat
Studi yang dilakukan oleh Ramchandran, seorang peneliti Amerika, bersama-sama dengan sekelompok peneliti lainnya menunjukkan bahwa laju pernapasan dan konsumsi oksigen dalam tubuh manusia berkurang selama doa (shalat) dalam kisaran antara 20 dan 30%, di samping resistensi kulit meningkat dan darah tinggi lebih membeku.
Hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa sebuah gambar yang ditangkap melalui CT scan menunjukkan adanya aktivitas kerja otak yang sangat menakjubkan selama seseorang itu berdoa (shalat). Tercatat bahwa gambar otak seseorang dalam keadaan berdoa (shalat) atau meditasi berbeda dengan gambar (otak) dalam keadaan normal.
Sebesar Apa Bumi yg Kita Tempati?
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar,” (Al Baqarah 255).
Rasanya, Bumi yang kelilingnya 40.000 km ini sudah sangat besar bagi kita. Untuk pergi ke Amerika atau Afrika saja jauh sekali. Apalagi jika sampai harus ke Antartika.Namun besarnya bumi kita ini tidak apa-apanya dengan ciptaan Allah lainnya. Bahkan bintang yang terbesar pun hanya satu titik dibanding Galaksi, Cluster, Super Cluster, Jagad Raya. Di atas semua itu kita harus yakin bahwa Allah pencipta Semesta Alam itu. Dan mari sejenak kita renungkan tentang jagad raya ini.
Pemandangan Alam Bisa Pertajam Konsentrasi
APABILA seseorang bermaksud meningkatkan memori pikiran atau, daya ingat dan konsentrasi, barangkali dalam tulisan ini termasuk salah satu cara yang dapat dilakukan, yaitu memasang gambar pemandangan atau taman yang indah dalam kamar tidur atau kantor.
Lebih bagus lagi jika benar-benar berada di luar ruangan, di alam bebas jalan-jalan, berkeliling di taman-taman kurang lebih satu jam. Tetapi syukurlah, kalau ada jendela yang membingkai suatu pemandangan indah di luar kediaman yang dapat dipandangi.
Jika tidak puas dengan pekerjaan, dan mengalami kesulitan untuk tetap fokus, atau di kala sedang memusatkan pikiran mulai terputus-putus beberapa saat, bahkan diwarnai dengan gangguan ataupun terinterupsi membayangkan makanan misalnya. Pada titik ini seseorang itu memerlukan sesuatu yang disebut Attention Restoration Theory (ART) untuk mengembalikan fokus perhatian.
Lebih bagus lagi jika benar-benar berada di luar ruangan, di alam bebas jalan-jalan, berkeliling di taman-taman kurang lebih satu jam. Tetapi syukurlah, kalau ada jendela yang membingkai suatu pemandangan indah di luar kediaman yang dapat dipandangi.
Jika tidak puas dengan pekerjaan, dan mengalami kesulitan untuk tetap fokus, atau di kala sedang memusatkan pikiran mulai terputus-putus beberapa saat, bahkan diwarnai dengan gangguan ataupun terinterupsi membayangkan makanan misalnya. Pada titik ini seseorang itu memerlukan sesuatu yang disebut Attention Restoration Theory (ART) untuk mengembalikan fokus perhatian.
Membangun Mimpi dari Kampung Rama-rama
“Ibu, bagaimana kami bisa berkreasi dalam mengajar, jika kami hanya dituntut meluluskan anak 100% dalam Ujian Nasional (UN)? Apa yang harus kami lakukan?”
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu kerap diterima Dewi Utama Faizah dari para guru. Kebijakan pendidikan yang dibuat Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), menurutnya, banyak yang baik. Hanya, filosofinya kurang dipahami sehingga hasilnya jauh dari nilai kebajikan dan keindahan hidup.
Di tengah kondisi ini, tak sedikit pihak yang mendukung Dewi untuk mengembalikan hakikat pendidikan. Bahwa pendidikan itu harus berawal dari ranah domestik agar cita-cita kemanusiaan melalui kegiatan yang bermanfaat dapat terpakai dalam kehidupan sehari-hari.
Hakikat pendidikan itu, kata Dewi, sangat sederhana; mewujudkan manusia yang mampu berkreativitas di berbagai bentuk lapangan penghidupan. Jadi, tak sekadar menghasilkan tenaga kerja usai menempuh pendidikan, seperti yang selama ini terjadi.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu kerap diterima Dewi Utama Faizah dari para guru. Kebijakan pendidikan yang dibuat Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), menurutnya, banyak yang baik. Hanya, filosofinya kurang dipahami sehingga hasilnya jauh dari nilai kebajikan dan keindahan hidup.
Di tengah kondisi ini, tak sedikit pihak yang mendukung Dewi untuk mengembalikan hakikat pendidikan. Bahwa pendidikan itu harus berawal dari ranah domestik agar cita-cita kemanusiaan melalui kegiatan yang bermanfaat dapat terpakai dalam kehidupan sehari-hari.
Hakikat pendidikan itu, kata Dewi, sangat sederhana; mewujudkan manusia yang mampu berkreativitas di berbagai bentuk lapangan penghidupan. Jadi, tak sekadar menghasilkan tenaga kerja usai menempuh pendidikan, seperti yang selama ini terjadi.
Masalahnya adalah Sekolah
Prof. Daniel Mohammad Rosyid
Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Penasehat Dewan Pendidikan Jawa Timur
Banyak orang tidak mengira bahwa masalah yang paling serius dalam pendidikan Indonesia saat ini justru terlalu banyak sekolah. Masalah ini muncul saat kita mulai menyamakan pendidikan dengan persekolahan. Wajib belajar diartikan wajib sekolah. Ada asumsi kuat bahwa semakin lama bersekolah pasti makin baik karena semakin terdidik.
Oleh karena itu semakin banyak sekolah didirikan, dan semakin banyak anggaran digelontorkan di sektor endidikan dengan harapan masyarakat akan semakin terdidik. Orang dengan gelar makin panjang berarti makin kompeten dan terdidik.
Padahal yang semakin kita lihat di lapangan justru sebaliknya : tawuran pelajar dan antar-warga makin sering terjadi, pornografi dan narkoba merajalela, intoleransi meningkat, korupsi merebak di mana-mana. Semakin banyak anggota DPR dan birokrat dengan gelar master dan doktor, bahkan profesor, tapi DPR adalah lembaga paling korup.
Siapa Bilang Anak Desa Sulit Belajar
Jika dianggap bahwa desa - kota sebuah wilayah budaya dan lingkungan, maka dipastikan karakter anak desa berbeda dengan anak kota. Karena lingkungan dan budayanya membentuk cara belajar & cara mengerti secara berbeda. Pembagiannya antara desa-kota, sebaiknya jadi tiga wilayah, yaitu : kota - daerah penyangga kota (sub urban) - dan desa.
Jika ada pendapat bahwa siswa "pinggiran" yang 'sulit' belajar dari kalangan ekonomi bawah, tidak sepenuhnya benar. pertama, anak anak itu merupakan produk budaya penyangga (sub urban), yaitu budaya yang melahirkan generasi yang keras, dan gamang antara kemajuan kota ddan tradisi pedesaan. Dalam diri seorang anak sub urban, bercampur 2 sistem nilai yang saling bertarung. Daerah penyangga kota, adalah daerah yang menerima ampas/residu peradaban kota. Kriminalitas, krisis identitas, disorientasi diri, dan sejenisnya biasanya cukup kental pada masyarakat seperti ini.
Jika ada pendapat bahwa siswa "pinggiran" yang 'sulit' belajar dari kalangan ekonomi bawah, tidak sepenuhnya benar. pertama, anak anak itu merupakan produk budaya penyangga (sub urban), yaitu budaya yang melahirkan generasi yang keras, dan gamang antara kemajuan kota ddan tradisi pedesaan. Dalam diri seorang anak sub urban, bercampur 2 sistem nilai yang saling bertarung. Daerah penyangga kota, adalah daerah yang menerima ampas/residu peradaban kota. Kriminalitas, krisis identitas, disorientasi diri, dan sejenisnya biasanya cukup kental pada masyarakat seperti ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)







